<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Komunitas Pelajar Indonesia &#187; komputer</title>
	<atom:link href="http://idpelajar.com/tag/komputer/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://idpelajar.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Mon, 22 Feb 2010 03:57:16 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Transistor-Grafin-Prosesor-Super-Cepat</title>
		<link>http://idpelajar.com/komputer/transistor-grafin-prosesor-super-cepat/</link>
		<comments>http://idpelajar.com/komputer/transistor-grafin-prosesor-super-cepat/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Oct 2009 05:15:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>seen_think</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hardware]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[cepat]]></category>
		<category><![CDATA[grafin]]></category>
		<category><![CDATA[procesor]]></category>
		<category><![CDATA[super]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idpelajar.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah berapa kecepatan prosesor komputermu saat ini? Kecepatan prosesor notebook atau netbookmu saat ini? Tahukah berapa kecepatan prosesor komputer tercepat saat ini? Ternyata semua masih dalam angka Mega Hertz (MHz) atau Giga Hertz (GHz).
Pernahkah membayangkan bagaimana rasanya menggunakan komputer super cepat dengan kecepatan prosessor 40 Terra Hertz (40.000 GHz)?
Inilah yang sedang didesain oleh seorang profesor [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>T</strong>ahukah berapa kecepatan prosesor komputermu saat ini? Kecepatan prosesor notebook atau netbookmu saat ini? <img src="file:///C:/Users/Nova/AppData/Local/Temp/moz-screenshot.png" alt="" /><img src="file:///C:/Users/Nova/AppData/Local/Temp/moz-screenshot-1.png" alt="" />Tahukah berapa kecepatan prosesor komputer tercepat saat ini? Ternyata semua masih dalam angka Mega Hertz (MHz) atau Giga Hertz (GHz).</p>
<p style="text-align: left;">Pernahkah membayangkan bagaimana rasanya menggunakan komputer super cepat dengan kecepatan prosessor 40 Terra Hertz (40.000 GHz)?</p>
<p style="text-align: left;">Inilah yang sedang didesain oleh seorang profesor teknik fisika bernama Walter de Heer. Pada tahun 2008 lalu dia menemukan sebuah bahan untuk membuat semikonduktor guna dipakai dalam perangkat eletronik termasuk prosesor komputer. Bahan tersebut adalah grafin, suatu bentuk baru dari karbon. Selama ini bahan semikonduktor yang digunakan dalam sirkuit elektronik berasal dari silikon. Material yang banyak kita temui dalam isi pensil.</p>
<p style="text-align: left;">Sebelumnya telah dibuat model-model karbon yang diperkirakan bisa menjadi bahan semikonduktor yang lebih baih dari silikon. Dan ternyata menurut model tersebut grafin salah satu yang paling cocok.. Satu lapis karbon dengan ketebalan 1 atom dapat dibuat menjadi transistor dengan kecepatan ratusan kali lebih cepat daripada transistor silikon saat ini. Bersama dengan laboratorium Lincoln MIT, Walter membuat ratusan transistor grafin pada sepotong chip. Hasilnya makin menguatkan bahwa grafin bisa menjadi bahan transistor generasi masa depan.</p>
<p style="text-align: left;">Dia menambahkan, komputer berbasis transistor silikon saat ini hanya bisa menjalankan sejumlhha operasi saja per detiknya tanpa over heating. Namun dengan grafin, elektron bisa bergerak lebih cepat hampir-hampir tanpa hambatan sehingga panas yang diihasilkan juga kecil. Terlebih lagi,, bahan grafin sendiri adalah bahan konduktor panas sehingga panas yang dihasilkan bisa segera dihilangkan dengan cepat. Oleh karenanya elektronik berbasis grafin akan bekerja dengan jauh lebih cepat.</p>
<p style="text-align: left;">“Saya meyakini bahwa kita bisa membuat (prosesor) terra hertz – sebuah faktor 1000 kali dari giga hertz.” tandas Walter.</p>
<p style="text-align: left;">Selain menjadikan koomputer lebih cepat, barang-barang elekktronik berbasis grafin akan sangat bermmanfaat untuk teknologi komunikasi dan imaging yang memerlukan transistor ultra cepat.</p>
<p style="text-align: left;">Penggunaan grafin pertama adalah pada aplikasi freekuensi tinggi seperti imaging gelombang terahertz, yang dapat digunakan untuk mendeteksi senjata tersembunyi.</p>
<p style="text-align: left;">Selain pada kecepatannya ada nilai lebih lagi dari grafin dibandingkan silikon. Silikon tidak bisa “diukir” menjadi sirkuit elektronik dengan ukuran lebih kecil dari 10 nanometer tanpa kehilang properti elektroniknya. Namun grafin akan tetap sama propertinya – bahkan properti elektroniknya makin tinggi – pada ukuran 1 nanometer.</p>
<p style="text-align: left;">Ketertarikan terhadap grafin bermula dari penelitian nanotube karbon. Nanotube karbon, yang pada dasarnya merupakan lembaran grafin yang digulung menjadi silinder, mempunyai properti elektronik yang bisa menjadi komponen elekktronik kinerja tinggi.</p>
<p style="text-align: left;">Walter membuat sirkuit elektronik pada grafin tersebut dengan metode yang sama untuk membuat sirkuit silikon. Dan oleh karenannya sekarang perusahaan-perusahaan semikonduktor berbondong-bondong mengajukan kerjasama dengan sang profesor.</p>
<p style="text-align: left;">Meskipun demikian, dengan banyaknya kelebihan grafin dibandingkan silikon ternyata grafin masih menyisakan 1 masalah mendasar. Silikon meski transfer elektronnya tidak secepat grafin tapi dia bisa bertindak seperti saklar, kadang bisa meneruskan arus kadang menyetop arus. Ini karakter bahan yang dibutuhkan untuk sebuah prosesor.</p>
<p style="text-align: left;">Sedangkan grafin konduktivitasnya memang sangat tinggi tapi dia tidak bisa bertindak sebagai saklar. Grafin sulit menjadi penyetop arus, karena resistansinya terlalu kecil dan konduktivitasnya tidak bisa dibuat nol. Konduktivitas yang tinggi akan sangat bermanfaat pada aplikasi-aplikasi tertentu semisal transistor frekuensi tinggi untuk keperluan imaging dan komunikasi. Namun sangat tidak efisien bila digunakan sebagai transistor prosesor komputer.</p>
<p style="text-align: left;">Meski ada kelemahan tersebut, sang profesor tidak kalah akal. Prof. Walter menjelaskan dalam sebuah seminarnya bahwa grafin bisa dibuat menjadi semikonduktor dengan 3 cara.</p>
<p style="text-align: left;">Pertama, dengan membuat grafin tersebut menjadi pita sempit &amp; tipis sehingga akan menaiikan resistensinya. Dan cara kedua, dengan memodifikasi grafin secara kimiawi. Cara ketiga dengan meletakkan selapis grafin di atas substrat tertentu.</p>
<p style="text-align: left;">Modifikasi pita grafin dengan oksigen bisa menginduksi karakteristik semikonduktor pada grafin, jelasnya. Dengan menggabungkan ketiga metode ini, sangat dimungkinkan untuk menciptakan perilaku saklar yang dibutuhkan transistor dalam prosesor komputer.</p>
<p style="text-align: left;">Sekarang perusahaan-perusahaan raksasa elektronik, Hewlett-Packard, IBM, dan Intel berduyun-duyun meneliti grafin untuk pengembangan produk mereka di masa depan.</p>
<p style="text-align: left;">Bagaimana, ingin segera merasakan komputer berprosesor 40 Terra Hertz? Kita tunggu saja.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idpelajar.com/komputer/transistor-grafin-prosesor-super-cepat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pengamanan Web System</title>
		<link>http://idpelajar.com/internet/pengamanan-web-system/</link>
		<comments>http://idpelajar.com/internet/pengamanan-web-system/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Oct 2009 02:47:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kank_ripay</dc:creator>
				<category><![CDATA[Internet]]></category>
		<category><![CDATA[data]]></category>
		<category><![CDATA[komputer]]></category>
		<category><![CDATA[Pengamanan]]></category>
		<category><![CDATA[system]]></category>
		<category><![CDATA[web]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://idpelajar.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[Semua yang akan saya tulis di bawah ini merupakan kumpulan dari beberapa tulisan para webmaster-webmaster yang memang memiliki kapabilitas dalam bidang keamanan web, yang saya ringkas kemudian saya bahasakan dan susun sedemikian rupa sehingga lebih tertata dan mudah dipahami.
A. Faktor-Faktor Timbulnya Serangan
1. Scripting
Kesalahan dalam scripting pembuatan web adalah hal terbanyak yang dimanfaatkan oleh para attacker, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semua yang akan saya tulis di bawah ini merupakan kumpulan dari beberapa tulisan para webmaster-webmaster yang memang memiliki kapabilitas dalam bidang keamanan web, yang saya ringkas kemudian saya bahasakan dan susun sedemikian rupa sehingga lebih tertata dan mudah dipahami.</p>
<p><strong>A.</strong><strong> Faktor-Faktor Timbulnya Serangan</strong></p>
<p><strong>1.</strong><strong> Scripting</strong></p>
<p>Kesalahan dalam scripting pembuatan web adalah hal terbanyak yang dimanfaatkan oleh para <em>attacker</em>, sehingga rata-rata web yang berhasil diserang melalui lubang ini. Kelemahan-kelemahan scripting yang ditemukan pada proses vulnerabilities scanning misalnya, XSS, SQL Injection, PHP Injection, HTML Injection, dan lain sebagainya.</p>
<p><span id="more-18"></span></p>
<p>Begitu pula pada CMS semisal Mambo, Joomla, WordPress, dan lainnya. CMS tersebut memiliki banyak komponen pendukung di internet yang bisa kita download, install dan konfigurasi. Sehingga sangat memungkinkan sekali terdapat bug pada scriptingnya. Langkah terbaik tentunya melakukan pembedahan (oprek) terhadap script serta melakukan pengujian sebelum komponen tersebut kita gunakan pada web yang sebenarnya. Pengujian bisa dilakukan melalui localhost pada komputer dengan menginstall PHP, apache, dan mySQL, atau menginstall software semisal WAMP ataupun XAMPP yang merupakan paket all in one.</p>
<p>Untuk mengatasi hal tersebut sebaiknya kita harus mulai belajar dan memahami scripting-scripting secara bertahap, baik HTML, PHP, javascript, dan sebagainya.</p>
<p>CMS tersebut sebenarnya cukup aman, namun komponen tambahan yang tidak dibuat dengan baik, tentu saja bisa menimbulkan masalah besar bagi sistem secara keseluruhan.</p>
<p><strong>2.</strong><strong> Lubang pada Situs Tetangga</strong></p>
<p>Ini merupakan salah satu faktor yang jarang mendapat perhatian. Sebagian webmaster kadang tidak begitu peduli ketika web lain yang satu hosting dihacked. Mereka berpikiran, “Ah, toh bukan web saya yang kena.” Padahal justru di sinilah letak kesalahannya.</p>
<p>Logikanya, misal web kita ditempatkan pada perusahaan hosting A. itu artinya web kita bertetangga dengan web milik orang lain yang berada dalam 1 hosting. Jika web tetangga tersebut memiliki celah fatal, sehingga <em>attacker </em>bisa menanam program yang dijadikan <em>backdoor</em>. Dengan <em>backdoor</em> inilah <em>attacker</em> bisa masuk ke dalam web kita bahkan web lainnya. Bukan itu saja, tidak mustahil <em>attacker</em> melakukkan defacing massal, termasuk web kita tentunya.</p>
<p><strong>3.</strong><strong> Tempat Hosting yang Bermasalah</strong></p>
<p>Pada beberapa kasus justru tempat hosting yang bermasalah menjadi sebab dihackednya banyak situs yang berada di bawah pengelolaannya. Pernah terjadi situs milik sebuah perusahaan dideface. Kemudia setelah diperbaiki, dideface lagi. Kemudian lapor ke admin perusahaan hosting, justru balik menyalahkan pemilik situs dengan alasan yang nggak masuk akal.</p>
<p>Kenyataannya, justru web hosting itu yang nggak pernah di administrasi dengan baik, jarang diupdate, dan jarang dipatch, sehingga mudah terkena serangan. Dengan model pengelolaan yang seperti ini jangan berharap web kita akan aman. Karena itu, pastikan tempat hosting yang digunakan benar-benar memperhatikan tingkat keamanan bagi pelanggannya.</p>
<p><strong>B.</strong><strong> Macam-Macam Tindakan Hacking</strong></p>
<p>Dari kelemahan-kelemahan tersebut di atas, maka terjadilah beberapa tindakan hacking terhadap web yang kita miliki. Apa saja tindakan-tindakan hacking tersebut? Berikut beberapa di antaranya :</p>
<p><strong>1.</strong><strong> Memodifikasi Validasi Input</strong></p>
<p>Biasanya para attacker mencoba menguji validasi-validasi input yang diterapkan pada form dan parameter buangan pada address bar dalam melakukan proses attacking.</p>
<p>Penanganan yang harus diperhatikan adalah memperhatikan validasi yang terdapat pada form, baik itu validasi angka maupun validasi string, batasi jumlah karakter yang bida dimasukkan, batasi jumlah karakter yang bisa dimasukkan, batasi kegiatan-kegiatan injeksi dengan : strip_tags(), htmlspecialchars(), gunakan variable global sebagaimana mestinya dan gunakan wordfilter untuk memfilter berbagai inputan yang berbahaya.</p>
<p><strong>2.</strong><strong> Cross-Site Scripting (XSS)</strong></p>
<p>Salah satu vulnerabilities dalam website adalah <em>Cross-Site Scripting</em> (XSS). Ada 2 jenis aksi yang biasa dilakukan dalam XSS, yaitu</p>
<p>-        Direct Action, merupakan injeksi kode yang dilakukan oleh <em>attacker</em>,<em> </em>tetapi hasil injeksinya hanya ditampilkan pada komputer user bersangkutan.</p>
<p>-       Stored Action, merupakan injeksi kode yang dilakukan oleh <em>attacker</em> dan hasil injeksinya bisa dinikmati oleh banyak pengunjung.</p>
<p>Bagaimana mengatasi hal ini? Usahakan semua kode-kode spesial yang mempunyai arti dalam scripting HTML seperti &lt; (kurang dari), &gt; (lebih dari), &amp; (ampersand), “ (kutip dua) dan ‘ (kutip satu) tidak dieksekusi sebagai karakter spesial. Semua karakter spesial tersebut harus diubah. Semua karakter spesial tersebut harus diubah dan dikonversi ke entitas HTML.</p>
<p><strong>3.</strong><strong> SQL Injection</strong></p>
<p>Kegiatan <em>attacking</em> yang banyak dilakukan akhir-akhir ini adalah SQL Injection, karena SQL Injection merupakan teknik hacking yang sudah tersebar luas dan relatif mudah dipahami. <em>Attacker </em>melakukan proses <em>attacking </em>dengan menyisipkan perintah-perintah SQL pada form ataupun pada address bar.</p>
<p>Untuk mengatasi hal ini, sebaiknya kita membatasi inputan dengan : htmlspecialchars(), mysql_escape_string() dan hubungi administrator hosting kita untuk merubah : magic_quotes_gpc=on.</p>
<p><strong>4.</strong><strong> PHP Injection</strong></p>
<p>web yang kita miliki bisa dideface, didirect dan dikuasai orang lain? Ya, ada teknik PHP Injection. <em>Attacker </em>mempergunakan sploit yang sudah ditanam di remote server miliknya dan hanya dengan mengeksekusi sript sploit tersebut melalui address bar dan melakukan <em>connect back</em>, maka terkuasailah web kita.</p>
<p>Untuk mengatasi hal ini, pastikan penggunaan file direct dengan include () harus dikurangi dan sering-seringlah melakukan update terhadap aplikasi yang kita gunakan. Jika kita memakai CMS, sering-seringlah melakuakn update CMSnya, begitu pula dengan komponen yang digunakan.<strong> </strong></p>
<p><strong>C.</strong><strong> Dasar-Dasar Pengamanan</strong></p>
<p>Setelah sedikit mengetahui hal-hal di atas, maka sekarang kita membahas tentang strategi dasar pengamanan web. Pada dasarnya, strategi pengamanan web yang dapat kita lakukan di antaranya sebagai berikut :</p>
<p><strong>1.</strong><strong> Pemilihan Sistem Operasi (OS), Setting Server, dan Desain Aplikasi</strong></p>
<p>Salah satu hal penting yang harus dicermati adalah pemilihan sistem operasi (OS). Seberapa besar pengamanan yang dibutuhkan sangat berhubungan dengan sistem operasi. Sebagai ilustrasi, meskipun sistem operasi semisal Windows 9x bisa dijadikan sebagai server web dengan keterbatasannya melalui <em>Personal Web Service</em> (PWS), sistem ini tidak cukup apabila pengamanan merupakan faktor penting. Salah satu kelemahannya Windows 9x tidak dapat menyediakan NTFS yang sangat penting untuk kontrol akses.</p>
<p>Setting konfigurasi pada server yang tidak memadai dan hanya mengandalkan default merupakan faktor utama penyebab server yang dibangun tidak terjamin keamanannya. Penentuan kebijakan dalam menerapkan sistem pengamanan ini merupakan kunci utama yang harus diperhatikan untuk diterapkan pertama kali. Ironisnya justru hal ini merupakan hal yang paling sering diabaikan.</p>
<p><strong>2.</strong><strong> Instalasi Patch</strong></p>
<p>Idealnya, software yang kita pakai mestinya sudah sempurna sejak awal. Namun kenyataannya tidak pernah ada software yang benar-benar 100% <em>bugs free</em>. Ada saja bagian program yang rawan keamanan. Pada saat kerawanan tersebut ditemukan biasanya perusahaan pembuat software akan mengeluarkan aplikasi baru untuk memperbaiki kesalahan software terdahulu. Aplikasi inilah yang dikenal dengan nama <em>patch</em>. Meskipun penggunaan istilah ini sekarang juga digunakan bagi para <em>cracker</em> untuk membajak sebuah software resmi.</p>
<p>Penerapan <em>patch</em> ini harus dilakukan pada sistem operasi, server web, <em>add on</em>, maupun file-file komponen lain yang terintegrasi dengan web kita. Kemalasan, ketidaktahuan, serta kesibukan admin server membuat mereka tidak konsisten menerapkan <em>patch</em> ini. Sangat ironis jika dibandingkan dengan kemudahan dalam instalasi <em>patch</em> tersebut.</p>
<p><strong>3.</strong><strong> Kontrol Akses</strong></p>
<p>Penentuan siapa yang dapat mengakses server harus dilakukan dengan menggunakan kontrol akses, baik dengan autentikasi maupun otorisasi. Autentikasi adalah proses validasi identitas yang dilakukan dengan membandingkan data user yang dikirim dengan data yang terdapat dalam database. Setelah melakukan autentikasi, langkah selanjutnya yaitu melakukan otorisasi yang merupakan proses untuk menentukan apakah pengguna memiliki ijin untuk melakukan tindakan yang diminta.</p>
<p>Ada dua tipe dasar autentikasi, yaitu berbasiskan akses direktori dan autentikasi berbasiskan form. Khusus untuk Windows ada tipe autentikasi lain yaitu autentikasi passport.  Sedangkan otorisasi terbagi dua bentuk, yaitu ACL (<em>Access Control Listi</em>) dan hostname.</p>
<p><strong>4.</strong><strong> Audit dan Log File</strong></p>
<p>Audit diperlukan untuk menunjang cara-cara pengamanan yang telah dijelaskan di atas. Proses monitoring aktivitas tertentu seperti usaha login (berhasil atau gagal), dan kemudian menuliskannya ke dalam log ini merupakan proses audit. Sebagai contoh, kita dapat menganalisa dengan mengaudit kegagalan usaha login  dalam log, memungkinkan kita menentukan saat seseorang berusaha menyerang server.</p>
<p>Untuk mengaktifkan sistem audit dan log sangat bergantung pada sistem operasi, aplikasi server yang dijalankan, database yang digunakan, dll. Pada sistem Posix (*nix: unix dan variannya (linux, FreeBSD)), log defaultnya berada di /var/log yang pengaktifannya bergantung pada aplikasi atau proses apa yang ingin diaudit. Log server web yang kita jalankan dikonfigurasikan di file konfigurasi server apache (defaultnya httpd.conf)</p>
<p><strong>5.</strong><strong> Menerapkan Kriptografi</strong></p>
<p>Selanjutnya, juga perlu diketahui bagaimana proses pengiriman lewat protokol http, baik permintaan layanan maupun respon berupa teks biasa (<em>plaintext</em>). Kemungkinan <em>attacker</em> untuk melakukan tindakan kriminal dengan mencuri data sensitif seperti password, e-mail atau nomor kartu kredit sangat besar kemungkinannya.</p>
<p>Untuk menjaga informasi semacam ini tetap aman, diperlukan enkripsi yang membuat <em>plaintext</em> menjadi <em>ciphertext</em> (teks yang tidak terbaca akibat proses enkripsi). Proses kebalikan dari enkripsi yaitu deskripsi. Ilmu yang mempelajari tentang keamanan informasi inilah yang disebut kriptografi.</p>
<p>Pada level sistem operasi, penerapan yang dilakukan untuk mengamankan server web adalah dengan menggunakan SSL. Secara default komunikasi SSL terjadi pada port 443 dengan prefiks https:// untuk url yang menggunakan SSL. Untuk mengaktifkan SSL pada server diperlukan sertifikat server. Pembuatan server ini dapat diajukan kepada pemegang sertifikat pihak ketiga yang sudah terkenal seperti Verisign atau bahkan bisa juga dengan membuat sendiri. Secara default konfigurasi SSL pada apache terletak pada direktori httpd di mana server apache diinstall.</p>
<p><strong>D.</strong><strong> Penerapan Dasar-Dasar Pengamanan</strong></p>
<p>Dari dasar-dasar pengamanan di atas, kita dapat menerapkan ke dalam 3 level keamanan sebagai berikut :</p>
<p><strong>1.</strong><strong> Level Sistem Operasi (OS) dan Hardware</strong></p>
<p>Cakupan level akses ini menjangkau hadware server, network, dan sistem operasi yang digunakan. Jika web kita pengelolaannya dilakukan oleh perusahaan hosting, maka tanggung jawab ini ada pada admin sistem perusahaan hosting tersebut. Oleh karena itu kita harus tahu dengan yakin apakah perusahaan hosting tempat web kita berada cukup terpercaya dan dapat diandalkan. Terutama jika web kita dinilai memang cukup berharga.</p>
<p>Namun sebaliknya, jika pengelolaan web kita pegang sendiri, atau dengan kata lain kitalah yang menjadi adminnya, ada baiknya jika melakukan hal-hal sebagai berikut :</p>
<p>-         Back up <em>full </em>dan <em>differential</em> secara <em>periodik</em> dan otomatis</p>
<p>-         Mengaktifkan <em>firewall</em></p>
<p>-         Mengaktifkan sistem loging yang baik dan efektif untuk keperluan audit dan monitoring</p>
<p>-         Untuk OS *nix, mengaktifkan <em>Intrusion Detection</em> atau akan lebih baik jika menggunakan IPS</p>
<p>-         Untuk OS *nix, mengaktifkan detektor <em>malicious code</em> seperti Tripwire atau dengan membuat sendiri</p>
<p>-        Untuk OS *nix, mengaktifkan detektor scan, SATAN, seperti courtney, icmpinfo, klaxon, snort, atau dengan membuat script sendiri</p>
<p>-        Menerapkan otorisasi ACL dengan melakukan restriksi pada user, direktori, dan file dengan akses paling terbatas. Semua akses &#8211;rwx <em>group</em>, sebaiknya di nonaktifkan dan akses untuk <em>other</em> sebaiknya tidak bisa melakukan <em>write</em></p>
<p>-         Untuk OS *nix, sebaiknya menggunakan perintah <em>chown</em> dan <em>chmod</em></p>
<p>-         Untuk OS Windows, menggunakan properti file atau direktori dan menyetting user serta hak aksesnya</p>
<p>-         Selalu melakukan <em>patching</em> atau upgrade dengan versi yang lebih baru atau stabil</p>
<p>-        Tidak memperbolehkan user menggunakan program remote seperti telnet. Jika terpaksa, lebih baik diganti dengan menggunakan service yang lebih aman seperti SSH dan mengubah port defaultnya (port 22) menjadi port lain.</p>
<p>-         Menonaktifkan semua service yang tidak diperlukan</p>
<p>-         Jika perlu menggunakan SSL</p>
<p><strong>2.</strong><strong> Level Akses Host</strong></p>
<p>Level berikutnya untuk memperkuat keamanan web yaitu mengaktifkan restriksi akses level host. Dengan kata lain, implementasi otorisasi host dilakukan di sini.</p>
<p>Pertama, kita harus menentukan dahulu IP/host atau ID network mana saja yang boleh mengakses web kita. Atau bahkan bisa juga untuk memblokir IP/host yang tidak diharapkan.</p>
<p>Untuk mengaktifkannya, kita harus menambahkan perintah seperti berikut :</p>
<p>&lt;Directori “[Path]/administrator”&gt;</p>
<p>Order deny,allow</p>
<p>Deny from all</p>
<p>Allow from .situskita.com</p>
<p>Allow from 123.123.123.123</p>
<p>&lt;/Directory&gt;</p>
<p>Yang dapat disisipkan dikonfigurasi daemon http (defaultnya httpd.conf) maupun di file .htaccess. Atau jika menggunakan fasilitas CPanel, dapat melakukan konfigurasi pada menu yang tersedia.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>3.</strong><strong> Level Akses Direktori dan File</strong></p>
<p><strong>Level Akses Direktori</strong></p>
<p>Lakukan proteksi pada direktori yang dianggap penting dan bukan untuk konsumsi umum, seperti direktori administrator, login, dll. Keamanan direktori tersebut yang umumnya hanya 1 level keamanan, bisa ditingkatkan menjadi 2 level keamanan dengan menambah 1 level akses keamanan lagi, yaitu autentikasi akses direktori. Sehingga ketika akan melakukan login, sebelum masuk ke menu login administrator, akan muncul terlebih dahulu jendela autentikasi yang berisi user dan password. Di mana sebaiknya user dan passwordnya berbeda dengan user dan password untuk login pada direktori web.</p>
<p>Cara mengatifkannya cukup dengan melakukan konfigurasi autentikasi user dan password pada Cpanel web kita, jika kendali web ada pada kita.</p>
<p><strong>Level Akses File</strong></p>
<p>-         Selalu melakukan back up secara berkala (<em>full</em> dan <em>differential</em>)</p>
<p>-         Menghapus file instalasi dan direktorinya</p>
<p>-         Aktif di forum yang membahas tentang keamanan website</p>
<p>-         Mengganti user admin menjadi nama yang tidak menunjukkan <em>account</em> admin</p>
<p>-         Jika menggunakan CMS sebaiknya tidak menginstall komponen yang masih versi beta, kecuali kita yakin tidak ada <em>bugs</em> yang berkaitan dengan keamanan atau kita sendiri yang telah melakukan modifikasi.</p>
<p>-         Tidak mengaktifkan komponen yang tidak diperlukan. Bahkan lebih baik lagi jika di uninstall atau dihapus</p>
<p>-        Jika menggunakan fasilitas registrasi member pada forum atau semacamnya, sebaiknya tidak memberikan akses registrasi user, kecuali jika memberlakukan sistem registrasi yang ketat. Misalnya dengan mengaktifkan e-mail activation pada user yang melakukan registrasi.</p>
<p>-         Tambahkan perintah : Disallow: /administrator/ atau Disallow: /[nama_direktori]/ pada file robots.txt</p>
<p>[nama_direktori] adalah direktori yang tidak ingin ditampilkan pada <em>search engine</em></p>
<p>-        Setelah selesai melakukan <em>development</em>, jangan lupa melakuakn restriksi attribut untuk semua file dan direktori. Semua akses &#8211;rwx <em>group</em>, sebaiknya di nonaktifkan dan akses untuk <em>other</em> sebaiknya tidak bisa melakukan <em>write</em>, kecuali untuk direktori <em>cache</em> ataupun direktori <em>upload</em> dan semacamnya yang memang diperlukan oleh server web</p>
<p>-        Jika situs kita memberikan fasilitas kepada pengunjung untuk meng<em>upload </em>file, pastikan bahwa fasilitas tersebut tidak dapat digunakan untuk meng<em>upload </em>file script seperti php, cgi, pl, sh, dll.</p>
<p>-          Mengaktifkan sef dan <em>alias manager</em></p>
<p>-         Mengubah nama direktori administrator menjadi nama direktori yang tidak mencerminkan direktori admin. Nama direktori administrator dapat saja tetap dipertahankan untuk membuat suatu <em>fake</em> atau <em>decoy</em> seolah-olah direktori tersebut yaitu direktori admin. Dan untuk lebih meyakinkan, dapat kita proteksi juga direktori <em>fake</em> ini dengan .htaccess</p>
<p>-         Jika menggunakan CMS dan berniat membuat komponen sendiri, pastikan selalu menambahkan perintah :</p>
<p>defined( ‘_VALID_MOS ) or die( ‘Direct Access to this location is not allowed.’ ), di awal baris setiap file PHPnya</p>
<p>-        Jika memungkinkan, pindahkan direktori administrator sedemikian rupa sehingga direktori tersebut sejajar dengan direktori root file inti web kita secara fisik. Gunakan <em>alias</em> untuk membuat direktori pada konfigurasi server  apache kita agar direktori ini dapat diakses.</p>
<p>Apa yang telah saya tulis di atas, bukanlah suatu hal yang mutlak harus dilakukan keseluruhannya. Namun lebih kepada kebutuhan kita sendiri. Mungkin memang sedikit terkesan <em>phobia</em> dan berlebihan. Tapi bagi web yang memiliki tingkat bisnis dan reputasi tinggi, mempertahankan keamanannya adalah suatu hal yang mutlak.</p>
<p>Sumber :           <a href="http://sobat-muda.com/content/view/103/44/">http://sobat-muda.com/content/view/103/44/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://idpelajar.com/internet/pengamanan-web-system/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
