Komunitas Pelajar Indonesia

Telesurgery (Remote Pembedahan)

by seen_think on Nov.18, 2009, under Telematika |

Secuplik Dampak Kemajuan Teknologi Komunikasi bagi Dunia Bedah

Remote pembedahan (juga dikenal sebagai telesurgery) adalah kemampuan untuk seorang dokter untuk melakukan operasi pada pasien meskipun mereka tidak secara fisik di lokasi yang sama.Ini adalah bentuk TelePresence.Operasi remote menggabungkan elemen-elemen dari robot, memotong tepi teknologi komunikasi seperti data kecepatan tinggi koneksi dan elemen-elemen sistem informasi manajemen.Sementara bidang pembedahan robotik cukup mapan, sebagian besar robot ini dikendalikan oleh dokter bedah di lokasi operasi.Remote operasi pada dasarnya adalah lanjutan telecommuting untuk ahli bedah, di mana jarak fisik antara dokter dan pasien imaterial.Ia menjanjikan untuk mengizinkan ahli bedah keahlian khusus untuk dapat diakses oleh pasien di seluruh dunia, tanpa perlu pasien untuk melakukan perjalanan di luar rumah sakit setempat.

Pernahkah anda bayangkan seorang ahi bedah di Jakarta melakukan pembedahan pada seorang pasien di sebuah pulau di Kepulauan Aru, Maluku. Mungkin hal itu tidak lama lagi akan menjadi kenyataan. Kendala geografis dan tidak tersebarnya tenaga ahli hingga pelosok nusantara kelak dapat diatasi berkat kemajuan teknologi komunikasi. Tidak hanya televisi yang bisa dikendalikan oleh remote, pembedahan juga dapat dikendalikan dari jarak jauh berkat kemajuan teknologi robot dan jaringan telekomunikasi berkecepatan tinggi. Istilah untuk pembedahan semacam ini disebut telesurgery.
Telesurgery adalah pembedahan yang dilakukan oleh seorang ahli bedah di tempat lain. Dokter bedah (operator) cukup duduk didepan panel kendali dan layar monitor, sedangkan pasien sudah siap di kamar operasi dengan sebuah robot bedah yang gerakannya dikontrol oleh operator.
Telesurgery pertama kali dilakukan pada tahun 2001 pada suatu pembedahan kantung empedu di Strassbourg, Perancis, sedangkan operatornya berada di New York. Bukan tidak mungkin, kelak telesurgery dapat diterapkan pada astronot yang sedang bertugas di luar angkasa.

Memang di masa depan, ahli bedah akan makin sedikit memegang pisau bedah seperti layaknya pada operasi konvensional. Sampai sejauh ini meskipun sambungan data berkecepatan tinggi sudah demikian maju, masih terdapat keterlambatan signal antara layar monitor operator dan robot bedah. Jeda waktu 200 milidetik antara kontrol panel operator dengan gerakan instrumen bedah di tangan robot dapat membahayakan pasien. Andaikan saja bila suatu pembuluh nadi besar tersayat, maka akan timbul perdarahan yang sangat banyak dan cepat. Tantangan kedepannya adalah membuat jalur telekomunikasi berkecepatan super cepat sehingga mereduksi masalah jeda waktu tersebut. Hingga tahun 2005 di Kanada saja, telah berhasil dilakukan 21 telesurgery secara aman dengan memanfaatkan network IP-VPN (Internet Protocol-Virtual Private Network) dengan bandwith 15 Mbps untuk menghubungkan dua buah rumah sakit berjarak 400 km dengan jeda waktu transmisi data selama 135-140 milidetik.

Di Indonesia sendiri hingga saat ini, kemajuan teknologi komunikasi khususnya seluler juga sudah memeriahkan industri kesehatan dan pendidikan kedokteran. Pada suatu simposium bedah di salah satu rumah sakit swasta di Jakarta utara, sebuah demonstrasi teknik bedah terbaru yang dikerjakan oleh ahli bedah Singapura di suatu kamar operasi dipertontonkan ke dokter-dokter Indonesia yang berada di ruang seminar di dua rumah sakit yang berbeda lokasi. Dengan memanfaatkan fasilitas videocall dan sarana 3G, jalannya demonstrasi pembedahan secara live dapat disimak dengan kualitas gambar dan suara yang cukup baik. Bila sarana 3G sudah dapat dinikmati luas secara nasional, transfer kelimuan akan dapat menjangkau dokter-dokter di seluruh pelosok nusantara dan akhirnya masyarakat juga yang akan diuntungkan karena pelayanan kesehatan sudah dapat mengatasi kendala geografis.

Jika anda berpikir kemajuan seperti ini akan masih lama bisa dinikmati di Indonesia, terutama karena kendala biaya, sepertinya anda tidak perlu pesimis karena kemajuan teknologi komunikasi berlari dengan demikian cepatnya dan secara automatis biaya juga akan menurun sehingga kelak saudara-saudara di Papua akan mendapat pelayanan yang tidak mustahil lebih canggih dari yang didapatkan masyarakat kota besar.
- dr. Leo Rendy

http://leorendy.blogspot.com/2008/11/masa-depan-ilmu-bedah-telesurgery.html

:, ,


Leave a Reply

CommentLuv Enabled